Cara menata kantor ruko perlu dimulai dari bentuk ruang dan jalur aksesnya. Unit yang memanjang, memiliki tangga, atau dipakai pada beberapa lantai dapat membutuhkan pembagian fungsi yang berbeda. Jangan langsung menyalin susunan meja dari ruko lain hanya karena lebar tampaknya serupa.
Tujuan penataan adalah membuat aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan susunan yang dipahami pengguna. Bagi kontraktor interior dan pemilik usaha, denah menjadi alat untuk mendiskusikan kebutuhan serta batas ruang sebelum furnitur dibeli.
Catat kondisi setiap lantai
Ukur ruang, posisi pintu, bukaan, kolom, tangga, dan fasilitas tetap. Tandai area yang harus tetap dapat diakses. Catat pula siapa yang menggunakan masing-masing lantai dan kegiatan yang sering berpindah antar lantai.
Jika ada dokumen atau ketentuan bangunan yang relevan, bawa ke pembahasan dengan pihak yang bertanggung jawab. Penempatan meja tidak menggantikan pemeriksaan persyaratan bangunan atau perubahan fungsi ruang.
Pisahkan aktivitas yang sering berinteraksi
Tentukan lokasi penerimaan tamu, kerja individual, diskusi, dan penyimpanan. Pertimbangkan frekuensi orang berpindah antara aktivitas tersebut. Tamu yang hanya perlu bertemu satu orang tidak selalu perlu melewati seluruh area kerja.
Jangan membagi fungsi berdasarkan lantai semata tanpa melihat operasional. Penyimpanan yang sering diakses bisa menambah perjalanan jika ditempatkan jauh dari penggunanya. Sebaliknya, barang jarang dipakai tidak harus menempati area kerja utama.
Uji susunan meja dengan ukuran sebenarnya
Letakkan ukuran meja, kursi, dan penyimpanan pada denah. Periksa pintu lemari dan laci dalam kondisi terbuka serta kursi saat digunakan. Menghitung jumlah meja yang muat tanpa ruang pemakaian dapat menghasilkan susunan yang sulit digunakan.
Untuk dasar pemilihan meja, baca panduan meja kantor modular. Jika penambahan tim dilakukan bertahap, gunakan perencanaan meja modular untuk UMKM sebagai pembahasan terpisah dari penataan ruang.
Periksa jalur masuk barang
Ukuran ruang tujuan bukan satu-satunya pertimbangan. Tangga, pintu, dan sudut belokan dapat menentukan cara barang dibawa. Minta informasi dimensi komponen atau kemasan dan cocokkan dengan akses yang telah diukur.
Konfirmasikan tempat penerimaan, urutan membawa barang, dan lokasi perakitan bila diperlukan. Jangan menganggap sistem knock-down pasti dapat melewati semua akses tanpa pemeriksaan.
Koordinasikan fasilitas sebelum susunan dikunci
Catat kebutuhan perangkat dan lokasi kerja agar pihak terkait dapat meninjau listrik, jaringan, serta fasilitas ruang lainnya. Hindari perubahan furnitur yang menghalangi akses pemeriksaan atau membuat penempatan perangkat bergantung pada solusi sementara yang belum disetujui.
Untuk urutan persiapan menyeluruh, gunakan panduan setup kantor kecil. Tanggung jawab fasilitas perlu dibedakan dari penyediaan furnitur.
Contoh pemeriksaan sebelum membeli
Skenario ilustratif: sebuah tim merencanakan lemari bersama di dekat tangga karena tersedia dinding kosong. Ketika denah diperiksa, bukaan lemari ternyata bertemu jalur yang sering dilewati. Pilihan posisi perlu ditinjau ulang sebelum memutuskan ukuran dan jumlah lemari.
Catat perubahan pada satu versi denah yang sama untuk pemilik, kontraktor, dan pemasok. Dengan demikian, penawaran dan pelaksanaan tidak mengacu pada susunan berbeda.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah meja harus mengikuti sisi dinding?
Tidak selalu. Pilih berdasarkan aktivitas, ukuran aktual, dan akses. Susunan yang terlihat rapi belum tentu mendukung cara ruang digunakan.
Apakah perlu membeli semua penyimpanan di awal?
Tentukan berdasarkan jenis barang dan kebutuhan akses yang sudah diketahui. Sediakan cara meninjau penambahan ketika volume berubah.
Langkah berikutnya: siapkan ukuran setiap lantai dan akses masuk barang sebelum membahas konfigurasi furnitur bersama Aetrio.
Butuh layout & penawaran untuk kantor Anda?
Chat via Whatsapp
